Sorry

Author : @DinaRahmadhany

Title     : Sorry

Genre  : Romance

Length : One-Shot

PS        : Ini ff pertama yang pernah aku publish. Maaf masih banyak kekurangan dan selamat membaca…

 

 

Han Jiyoung POV

 

Pergi…  hanya itu yang kuinginkan. Dan semua ini  akan  berakhir, tak perlu lagi kurasakan sakit bertubi-tubi. Menghilang secepatnya dari dunia yang memuakkan ini.

 

Ku pijit punggungku yang terasa kaku, tetapi anak itu menggangguku dengan tangisannya. Kuhampiri dia dan ku dudukkan ke pangkuanku.

”Apa kau lapar? Aku bawa makanan, maafkan nuna pulangnya lama ya,” ucapku sambil membelai rambutnya. Ia tersenyum lalu memelukku erat .

“Nuna, bogoshipoyo… aku tak suka disekolah, mereka selalu menjahiliku,” keluhnya. “Jangan hiraukan mereka, kalau kau balas, mereka akan semakin menjahilimu, aratchi?”.

 “Ne nuna.”

 

Ya, itu adikku Lee Donghae.  Usianya masih 9 tahun, sebenarnya ia bukan adik kandungku. Ia anak selingkuhan ayahku, ayah sekarang dipenjara karena korupsi, ibuku meninggal setahun yang lalu, dan selingkuhan ayahku itu, pergi entah kemana. Sebenarnya anak ini salah satu penyebab kematian ibuku. Ibuku sakit jantung dan kaget mengetahui ayahku selingkuh dan punya anak. Namun, entah kenapa aku tak bisa membencinya. Ia tak tau apa-apa, sama sepertiku.

.

.

“BRAAAK!”  Terdengar suara pintu dibanting.

”Ada apa ajusshi, kenapa anda masuk kerumahku seperti ini?” Tanyaku. Tiba tiba ia mendorongku, ”Hey, kau Han Jiyoung, anak Han Sungji kan?” Tanyanya.

”I… Iya?”

”Ayahmu berhutang  lima juta won dengan bosku, seminggu lagi kami akan kembali lagi, ingat!” Jelasnya.

Aku hanya terdiam  melihat kepergiannya, lima juta won? Dari mana kudapatkan itu? Setiap hari aku banting tulang untuk makan dan sekolah, menjadi petugas kebersihan dan pengantar koran. Sekarang ditambah lagi hutang? Oh Tuhan, apa kau mau membunuhku pelan-pelan? Kenapa tidak sekarang saja? Dan aku akan bebas.

 

Ku langkahkan kakiku menuju kelas. Di koridor kelas, dulu biasanya banyak sekali teman yang menyapaku, bahkan banyak namja yang sengaja menungguku datang untuk sekedar melihatku.  Namun, sekarang ya sekarang, setelah aku  jatuh miskin dan ayahku dipenjara, melihatku saja tidak, bahkan mereka menghindariku. Apa itu sahabat? Orang yang ku anggap sahabat satu-satunya bukannya membantu malah menjauhiku. Sahabat itu omong kosong! Ya aku benci sahabatku, disaat semua orang meninggalkanku dan mengejekku, mereka diam saja, malah  menghindariku. Sepertinya ditinggalkan dan diacuhkan sudah menjadi takdirku sejak dulu. Sekalipun terhadap orang yang pernah ku cintai setengah mati. Bahkan rasanya masih sangat jelas. Walaupun ingatan tentangnya sudah ku kubur dalam-dalam, luka yang ditinggalkan masih berbekas.

Aku duduk seperti biasa di barisan paling belakang,sendiri. Dulu Hyerin disampingku. Namun ia pindah tempat setelah kejadian itu menimpaku. Apakah aku terlihat terlalu menjijikan baginya?

”Selamat pagi anak-anak, hari ini kita kedatangan teman baru. Baiklah, sekarang perkenalkan dirimu.” Samar-samar ku dengar suara Seonsaengnim, sambil tetap fokus pada coretan abstrak yang kubuat di selembar kertas kosong.

“Annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun imnida, mohon bantuannya.”

 

DEG!

 

Apa dia bilang? Cho Kyuhyun? Ku tolehkan kepalaku. Dan pandangan kami bertemu.

Ia  melangkah ke tempat duduk kosong di sebelahku. Tanpa melirik ke arahku sedikitpun, ia memfokuskan pandangnya  ke papan tulis. Aku menelan ludah, seketika rasanya paru-paruku tidak mampu mengambil oksigen yang ada. Sekuat tenaga aku menormalkan raut muka dan perasaan yang berkecamuk. Menghela napas dalam-dalam, aku meyakinkan diriku sendiri. Aku tidak boleh hancur, kenangan itu telah terkubur dalam. Bahkan keberadaan orang ini yang secara mengejutkan tiba-tiba datang dan duduk di sampingku tidak akan membuatku jatuh… Lagi… Tidak akan.

.

.

Terhitung hari ke-lima sejak para penagih hutang itu datang ke rumahku. Rasanya aku ingin kabur, lari, dan menangis saking takutnya. Aku sudah benar-benar lelah bekerja tanpa henti, tetapi mana bisa kudapatkan uang segitu banyak? Aku takut pulang kerumah, tetapi kalau Donghae sudah dirumah bagaimana, nanti mereka akan melakukan sesuatu padanya. Ditambah beberapa hari belakangan ini aku merasa aneh, sepertinya ada yang mengikutiku, pasti itu orang-orang tukang  pukul itu.

 

Ku lihat pria itu berjalan di depanku. Ya, pria itu… bahkan aku tak sudi menyebut namanya lagi. Beberapa hari setelah kehadirannya di sekolah ini, ia sudah menjadi pembicaraan anak perempuan satu sekolah. Cih, mereka tidak tahu sosok sebenarnya dari orang yang mereka elu-elukan itu.

Ku lihat ia menyebrang jalan sambil memakai earphonenya, tetapi tampaknya ia tak menghiraukan kalau lampu sudah kembali hijau, aku baru sadar kalau ada mobil yg melaju cepat menuju arahnya. Tampaknya ia tak menyadarinya, aku berlari kearahnya lalu mendorongnya dan…

”BRAAKK!”

 

Kurasakan tubuhku terhempas. Yah, ku rasa ini waktu yg tepat untukku pergi. Aku memang menginginkannya dari dulu, menyusul ibuku disana. Aku tersenyum senang saat berlari menyelamatkan  Kyuhyun tadi, yah hitung-hitung amal sebelum mati. Selamat tinggal ayah, aku sudah tidak kuat lagi, selamat  tinggal Donghae, maafkan nuna tidak bisa menjagamu lagi. Sudah cukup sampai disini saja, selamat tinggal sahabatku, Hyerin. Entah kenapa aku masih menyebutmu sahabat, aku tak yakin kau akan menangisiku dipemakamanku nanti. Selamat tinggal Kyuhyun, ku harap kau melihatku untuk terakhir kalinya, apa yang aku lakukan untukmu.  Dan selamat tinggal penagih hutang, aku bebas… dan semuanya menjadi benar-benar gelap.

.

.

Kepalaku terasa sakit sekali, aku mencoba membuka mataku dan langit-langit ruangan yang berwarna putih menyambutku. Ku dengar suara derap langkah menghampiriku.

“Jiyoung!”

“Jiyoung! Kau sudah sadar? Kau bisa mendengarku? Jiyoung katakan sesuatu…”

Ya tuhan, aku belum mati… kenapa kau tega sekali padaku?

“Jiyoung, maafkan aku… Aku tahu apa yang kulakukan padamu tidak bisa kau maafkan, tapi aku mohon dengarkan aku, aku memang sangat bodoh sudah pernah menyakitimu, mencampakkanmu, dan itu adalah kesalahan terbesarku. Tetapi aku sadar kau sangat berarti bagiku, aku mencintaimu… ku mohon jangan membahayakan dirimu sendiri demi aku, aku mohon Jiyoung-ah…”

Tangan Kyuhyun yang hangat menggenggamku. Sambil terus memandang langit-langit ku tahan air mata yang ingin keluar dari sudut mataku.

“Jiyoung-ah…”

Sial! Bertahun-tahun aku berusaha melupakannya, merasakan sakit yang ditinggalkannya, namun dengan hanya sedikit ucapan dan sentuhan darinya membuatku ingin memeluknya.

“Lebih baik kau pergi, aku tidak apa-apa,”

“Jiyoung-ah aku mohon jangan seperti ini, aku mencintaimu Han Jiyoung, aku mohon maafkan a–“

“Bohong! Jangan membohongiku lagi, sudah cukup. Aku tahu kau hanya merasa hutang budi karena aku telah menyelamatkanmu. Aku melakukannya hanya karena refleks, tidak perlu merasa hutang budi. Selesai, kau boleh keluar.”

Kyuhyun tampak tertegun sebentar, lalu ia merendahkan tubuhnya, berlutut di lantai menghadap ke ranjangku.

“Han Jiyoung, aku mohon maafkan aku. Aku tahu aku telah menyakitimu terlalu banyak, aku tahu aku seorang bajingan di matamu. Tapi aku mohon, berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, untuk menebus semua kesalahanku padamu. Aku akan melakukan apapun untukmu Jiyoung-ah, tolong berikan aku kesempatan…”

Kyuhyun berlutut, menatapku, mengiba, dan menangis. Seorang Cho Kyuhyun… Menangis?

“Kenapa kau lakukan itu?” Ku pandang wajahnya, sepertinya luntur sudah pertahananku.

“Maafkan aku Jiyoung-ah, aku memang bajingan. Pada awalnya memang aku melakukan taruhan dengan teman-temanku karena gengsi dan aku sering diolok-olok mereka masalah wanita, jadi aku mengiyakan taruhan mereka untuk menidurimu dalam waktu satu bulan,”

Ku telan bulat-bulat pernyataanya, kenapa sakit sekali rasanya?

“Tapi dengarkan aku Jiyoung-ah, setelah aku mendekatimu dan mengenalmu, aku tahu kau begitu tulus mencintaiku, kau berbeda dari gadis lainnya yang hanya mendekatiku karena paras dan uang. Aku ragu karena egoku kepada teman-temanku lebih besar dibanding dirimu, maafkan aku. Setelah kau mengetahui tentang taruhan itu aku merasa sangat malu padamu sampai aku tidak berani untuk sekedar melihatmu.”

“Setelah itu, kau pindah sekolah. Aku tahu kau juga menghindariku, lalu berbagai masalah muncul menimpa keluargamu. Aku… Maafkan aku yang hanya diam saja saat kau diolok-olok teman-teman di kelas, saat kau bekerja siang dan malam begitu keras, saat para penagih hutang itu dengan seenaknya membentakmu, maafkan aku yang pengecut ini, aku juga meresa sakit saat aku diam saja.”

Aku terperangah mendengar jawabannya, aku melihatnya, raut bersalah dan cemas terpancar dari wajahnya, menunduk lemas dan badannya sedikit bergetar. Lelehan air mata sudah keluar deras dari sudut-sudut mataku. Aku menangis didepannya, dan dia juga menangis bersamaku.

“Kau tahu?”

“Ya, aku tahu… aku tahu semuanya Jiyoung-ah. Aku mengikutimu, bahkan sampai kau mematikan lampu untuk pergi tidur,” jawabnya. 

”Aku ingin bersamamu lagi, ku mohon berikan aku kesempatan Jiyoung-ah. Mulai sekarang aku akan selalu berada disisimu, aku akan membantu pekerjaanmu, aku akan menghadapi para penagih hutang itu, aku akan menemanimu, aku akan…”

 “Sudah cukup,” ucapku, lalu beranjak turun, memeluknya…

”Aku lelah, kenapa kau baru datang sekarang, kenapa aku harus mengalami ini semua, apa aku tampak menjijikan dihadapanmu, kenapa tuhan tega sekali padaku,” rintihku. Tanpa sadar aku sudah terisak hebat dipelukannya. ”Maafkan aku, ini bukan salahmu Jiyoung-ah, aku yang pengecut,”  katanya sambil mengeratkan pelukanku.

Kembali ku tatap matanya yang ku rindukan.

“Kau tahu, seandainya kau mengucap kata maaf dua tahun lalu, aku akan langsung memaafkanmu.”

“Aku bodoh, itu kesalahan terbesarku,” Kyuhyun mengelus sisi wajahku.

“Aku… aku tidak ingin berjanji, aku ingin membuktikan apa yang aku katakana padamu, ijinkan aku membuktikannya padamu,” Aku mengangguk pelan merasakan ketulusannya.

 

“Kyuhyun-ah, apa kau tahu, aku terlalu mencin—“

“Ijinkan aku mengatakannya duluan, aku mencintaimu Han Jiyoung, aku sangat mencintaimu.”

“Aku juga mencintaimu.”

 

Tampaknya, keinginan ingin matiku tadi hilang begitu saja.

 

Kumpulan Puisi Malam

By: Dina Rahmadhany M

Pijaran rembulan berbaur kelam, nyanyian jangkrik nan pilu, hembuskan lara yang terselimuti gelapnya malam.

Gerimis dalam gelap sembunyikan isak, hembusan angin menusuk tulang, pijaran asa yang tak terkuak.

Kusibakkan helaian gundah. Kelamnya tersirat jelas. Cabikan perih bersimbah pilu.  Tetapi, mengapa kau tak melihat?

Pada akhirnya, tersaruk aku bangun dari rapuhku, diterangi  bintang yang mengerling syahdu. Malam, kusandarkan lelahku padamu.

What is Fanfiction?

Well, sebagai orang yang membaca fanfiction hampir setiap hari, apalagi kalau hari libur bisa sampai 30 chapter, gak sah kalau gak ngerti fanfiction itu sendiri. Here are some explanation..

FanFiction (lebih dikenal
dengan sebutan Fanfic, FF, atau Fic) adalah sebuah sebutan yang dikenal luar untuk karya-karya yang dibuat penggemar yang berhubungan dengan cerita tentang para tokoh (atau tokoh fiksi), atau pengaturan yang dibuat oleh penggemar dari sebuah karya asli, alih-alih sang
pembuat karya tersebut.

Penulisan karya fiksi penggemar jarang diberi kuasa oleh pemilik karya asli, pembuat, atau penerbit; tulisan-tulisan itu juga hampir tidak pernah dipublikasikan secara profesional.
Karena ini, banyak karya fiksi penggemar yang ditulis mengandung sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa penulis karya fiksi penggemar tidak memiliki tokoh-tokoh yang ada di
cerita. Karya fiksi penggemar, oleh sebab itu, didefinisikan berhubungan dengan dunia fiksi ‘resmi’ dari subjeknya, dan bersamaan berada di luar dunia fiksi ‘resmi’ tersebut.
Kebanyakan penulis karya fiksi
penggemar beranggapan bahwa
karya mereka kebanyakan dibaca
oleh penggemar lain.

Definisi
Fan Fiction atau biasa disebut fanfic, adalah sebuah cerita fiksi yang dibuat oleh penggemar berdasarkan kisah, karakter atau setting yang sudah ada. Fanfic bisa berlaku untuk film, komik,
novel, selebritis dan karakter terkenal lainnya. Terkadang sejumlah fanfic menyertakan penulisnya atau nama orang lain sebagai karakter cerita (sering disebut OC atau original character), ada pula yang tidak. Plot sebuah Fanfic merupakan hasil imajinasi para fans. Konsep
sederhana yang digunakan dalam
menulis sebuah fanfic adalah “What if…” atau “Bagaimana jika…”. Dengan konsep itu fans bebas berimajinasi mengenai karakter kesayangan
mereka.

Fanfic menjadi sebuah art- project yang menyenangkan bagi
seorang fans disamping proyek lain seperti membuat wallpaper, scrap book, craft design, atau art work lainnya yang menyangkut bintang atau karakter pujaannya.
Untuk menghindari tuntutan
mengenai hak cipta, penulis fanfic
biasanya mencantumkan kategori
“fanfic” dalam tulisannya dan
memberikan disclaimer, semacam pengakuan hak cipta, untuk penulis aslinya. Sedangkan untuk menghindari protes atau pertanyaan dari fans lain, biasanya para penulis fanfic selalu memberikan sedikit
catatan-catatan “peringatan” atas
variasi-variasi eksperimen yang dia gunakan dalam fanfic-nya. Fiksi adalah karya imaginer dan estetis yang menceritakan interaksi dengan dirinya sendiri, dengan tuhannya, atau dengan sosialnya.

Rating
Rating adalah klasifikasi berdasarkan adegan, penggunaan bahasa, dan unsur-unsur lain yang berada dalam sebuah fanfic. Rating yang digunakan secara keseluruhan (Indonesia &
Internasional):
G = General
PG-13 = Parent’s Guidance 13
PG-15 = Parent’s Guidance 15
NC-17 = No Child 17
NC-21 = No Child 21
R = Restricted
T = Teenager
M = Mature

Panjang

-Drabble
Terdiri dari 100-200 kata. Meskipun tidak tepat berjumlah 100-200 kata, yang penting drabble itu sangat pendek.

-Ficlet
Lebih panjang dari drabble, tapi masih sangat pendek. Lebih pendek dari oneshot yang bisa mencapai 2,000-3,000 kata.

-Oneshot
Dalam dunia penulisan biasa, dikenal sebagai cerpen. Jumlah kata bisa beribu-ribu, asal langsung tamat.

-Double shot / Two shots
Cerita yang terdiri atas dua bagian.

-Short story
Cerita bersambung yang hanya
memiliki chapter/section/part lebih sedikit dari “Chaptered Fic”. Short story biasanya terdiri dari 4-5 shots saja.

-Songfic
Cerita yang dituliskan dari lagu. Jadi setiap 1-2 kalimat dari lirik lagu, dibuat adegan cerita.

-Chaptered / Series Fic
Seperti novel. Memiliki banyak sekali chapter, konflik boleh lebih dari satu.

-Universe
Ruang, tokoh, dan inti cerita sama, tapi tiap cerita bisa tidak
berkesinambungan. Bisa membaca salah satu saja tanpa membaca cerita yang lain. Bisa dibaca satu aja sebagai oneshot. Tokoh dan konteksnya sama walaupun banyak bagian dalam
komik itu, tetapi kita bisa tetap
mengerti walau hanya membaca satu bagian saja karena ceritanya tidak bersambung.

-Crossover
Fanfic yang dibuat dengan
menggabungkan dua cerita atau lebih. Misalnya, menggabungkan karakter Harry Potter dengan Star Wars. Tidak hanya karakter, elemen cerita juga dapat digabungkan (dua dunia
digabung), seperti Harry Potter
dengan Lord of the Rings.

Genre

-Romance
-Angst / Tragedy
-Crack / Humor
-Family
-Adventure (petualangan)
-AU (Alternate Universe: universe/dunia dimana para tokohnya memiliki latar atau pun keadaan yang sama sekali berbeda dengan aslinya. Contoh, Jaejoong TVXQ bukan menjadi anggota boyband TVXQ dalam suatu fic. Dalam fic itu,
Jaejoong malah menjadi orang
miskin. Contoh lainnya dalam seri Harry Potter, suatu fic menceritakan Sirius Black, Remus
Lupin, atau Fred Weasley tidak
meninggal seperti aslinya. Atau
orang tua Harry selamat dari
serangan Lord Voldemort pada
awal cerita. Atau juga Harry
berhasil mengajak Cho Chang ke
pesta dansa Yule Ball pada tahun
ke-4 nya, dan sebagainya)
-Mystery
-Dark
-Friendship (persahabatan)
-Drama
-Spiritual
dan masih banyak lagi, tergantung
situsnya.

Istilah lainya

Disclaimer : pernyataan untuk
mendisclaim sesuatu dalam fanfic
bahwa itu bukan orisinil milik
kamu. Contohnya tokohnya,
ataupun plot ceritanya.
– Yaoi : Diambil dari istilah subgenre anime Jepang untuk menyebut kisah homoseksual atau BL atau shounen-ai. Yaoi digunakan dalam fanfic untuk
kondisi yang sama. Biasa juga disebut Male Slash Fic (singkatnya : pairing boy x boy)
– Yuri: (Yuri: diambil dari istilah
subgenre anime Jepang untuk
menyebut kisah lesbian atau
shoujo-ai. Biasa disebut Female
Slash Fic. (singkatnya : pairing girl x girl)
-Het : Heteroseksual (Pairing boy x girl)
-Beta-read : istilah untuk membaca ulang tulisan orang lain.
mengubah dan memperbaiki kesalahan diksi, struktur,
penggunaan punctuation, huruf
besar, keefektifan kalimat, dll.
orang yang mem-beta-read
dinamakan beta-reader
-OCs : original characters (karakter orisinil / buatan author)
-POV : Point of View. Sudut pandang yang dipakai si penulis dalam menjabarkan ceritanya.

Well, setidaknya itu garis besar tentang fanfiction. Biasanya saya baca di beberapa blog fanfiction di wordpress, http://fanfiction.net , http://asianfanfics.com , http://winglin.net , tumblr, ataupun livejournal.

Sayangnya di atas disebut kalau fanfiction tidak dipublikasikan secara profesional tapi akhir-akhir ini saya lihat di Gramedia banyak sekali penulis fanfiction yang mempublish fanfiction miliknya menjadi sebuah novel. Dan sepertinya penerbit mulai menaruh perhatian pada penulis fanfiction ini, yang saya bingung harus mendukungnya atau tidak,  haha. Berhubung saya fan dari Super Junior maka yang saya baca hanya ff Super Junior, tapi tidak menuntut kemungkinan membaca dari fandom lain asal ceritanya bagus dan tulisannya rapih.

Semoga anda tertarik 😀

Gloomy feeling?

Catatan ke tiga yang dipindahkan dari facebook.

February 25, 2010 at 6:54pm

Aku tak tahu bagaimana aku harus
merangkai kata, bagaimana harus
bersuara. Hamparan bimbang
menyelubungi benak. Bagai tak tersisa ruang yang tak ada dia.

Getaran hati berdenyut saat ku dengar lantunan kalamNya. Membuatku lebih jauh jatuh
kedalam bimbang. Mati rasa, apakah akan kurasakan?

Bertubi-tubi harap datang dan dihempaskan. Bagai air yang tak selalu tenang, pijakanku masih
goyah setelah ku berusaha bangkit.

Memikirkan dia tak tahu apa
yang kurasa. Cemas, sedih, harap, takut, bahagia… Melebur menjadi satu.

Kucoba menerka apa yang tersembunyi, tetapi tetap saja, kedunguanku tak menghasilkan
apa-apa. Ternyata memang beginilah takdir. Begitu cepat ia
datang, membuatku terhanyut dalam kagum, lalu hilang tanpa bekas.

Tak sadar,kurindukan kata-katanya yang tak tahu mengapa membuatku senang. Aku sadar, aku hanya baru mengenal, tak tahu ia siapa dan bahkan tak pernah mendengar suaranya, ataupun membayangkan rupanya.

Oh Tuhan, sungguh lemahnya
aku, apa yang Kau rencanakan?

Aku menghibur diriku sendiri, bicara dengan hati, alihkan pikiran dengan banyak hal.

Walaupun bimbangku reda, aku
belum bisa lari dari rasa yang
membingungkan. Jalanku masih
terlunta-lunta, pijakanku selalu ngilu, digoyahkan rasa sepi…

Curahan hati…

Just a feeling

Catatan kedua yang dipindahkan dari facebook.

February 8, 2010 at 9:14pm

Kala hati tersanjung, senyum merekah, dan harap menggunung.

Bisik hati kecil yang mengingatkanku pada cinta yang Maha sempurna, ku urungkan gejolak ombak yang menerpa. Ku biarkan mengalir seperti air sungai. Menganak-cabang sampai waktunya ke laut.

Kupu-kupu indah yang selalu menghibur, menemani disaat bosan, menguatkan disaat rapuh. Kebimbangan akannya pun berkelebat di benak.

Aku yang tak tahu apa yang akan terjadi. Hanya menggantungkan rencana yang ku tulis dengan pensil, dan biarkan Sang Pemilik menggunakan penghapus untuk menghapus rencana yang kurang baik, dan menggantinya dengan rencana yang indah.

Sahabat tempatku berkeluh kesah, tak ada habisnya ku tersenyum atas kasihmu. Bantu aku susun kepribadianku.

Dan untuk yang membuatku berharap, hanya doa yang bisa kupanjatkan dan dakwah ku sebarkan agar dunia ini lebih indah..

Karat

Hanya memindahkan catatan usang yang pernah saya tulis di facebook.

KARAT

December 19, 2009 at 7:18pm

image

Ketika aku terbangun dari
mimpi, kembali ku harus berjuang lewati hari.
Berharap sang khalik terus memberi berkah dalam hidupku.

Tapi aku malu, sangat malu.. Aku kesal, sangat kesal..
Dan aku merasa sangat bodoh.
Ketika aku menyianyiakan berkah yg Ia berikan.

Ketika aku melalaikan
panggilanNya, ketika aku tahu bahwa itu dosa tapi aku tetap melakukannya.
Ketika aku bertaubat dan esok harinya berbuat lagi.

Aku seperti dilempari
lumpur, lalu dibersihkan, dilempari, dibersihkan lagi.

Aku takut menjadi karat..

Ya Rabb, hamba
sungguh hina dihadapanMu, yang hanya bisa ucapkan maaf..